10 Game MOBA Terbaik Selain Dota 2 yang Masih Seru Dimainkan

Fumida.id – Buat banyak pemain, Dota 2 memang selalu punya tempat khusus. Mekaniknya dalam, drafting-nya serius, dan sensasi comeback-nya kadang bikin game lain terasa terlalu ringan. Tapi jujur saja, tidak semua orang cocok dengan ritme Dota 2 yang cenderung berat, panjang, dan cukup menuntut dari sisi waktu maupun fokus. Karena itu, wajar kalau makin banyak orang mulai mencari game MOBA terbaik selain Dota 2 yang tetap seru, kompetitif, tapi punya gaya main yang berbeda.

Menariknya, pilihan MOBA sekarang tidak sempit. Ada yang cocok buat kamu yang suka tempo cepat, ada yang enak dimainkan di HP, ada juga yang menawarkan sudut pandang dan sistem pertarungan yang terasa segar dibanding formula MOBA klasik. Supaya artikel ini tetap terpercaya dan tidak asal sebut nama, daftar di bawah dipilih dari game yang memang masih punya dukungan resmi, update, event, atau ekosistem kompetitif yang masih terlihat aktif pada 2026 dari situs resminya masing-masing.

Kenapa Banyak Pemain Mulai Cari Game MOBA Terbaik Selain Dota 2?

Alasannya simpel: orang ingin sensasi kompetitif yang tetap memuaskan, tapi tidak selalu harus bermain dalam format yang sama. Ada pemain yang suka map besar dan game panjang, tapi ada juga yang lebih suka pertandingan singkat, kontrol yang lebih sederhana, atau matchmaking yang terasa lebih santai. Di sinilah game MOBA lain mulai menarik perhatian, karena masing-masing punya identitas yang berbeda.

Selain itu, platform juga berpengaruh besar. Dota 2 identik dengan PC, sementara sekarang banyak pemain yang lebih sering main lewat ponsel atau ingin game yang bisa dimainkan lintas perangkat. Beberapa judul MOBA modern bahkan sudah mengusung cross-platform, cross-play, atau format yang lebih ramah buat sesi main singkat tanpa kehilangan elemen strategi tim yang jadi ciri khas genre ini.

Cara Menilai Game MOBA Selain Dota 2 dengan Lebih Jujur

Sebelum masuk ke daftarnya, ada satu hal yang penting terbaik itu bukan berarti paling mirip Dota 2. Justru sering kali yang dicari pemain adalah MOBA yang punya rasa berbeda. Jadi, penilaiannya lebih masuk akal kalau dilihat dari beberapa hal seperti komunitas yang masih hidup, dukungan update yang jelas, kualitas gameplay inti, variasi hero atau champion, serta kecocokan dengan gaya main pemainnya.

Makanya, daftar ini bukan sekadar kumpulan game yang pernah populer. Fokusnya adalah judul-judul yang masih layak dimainkan sekarang, punya identitas kuat, dan masih relevan buat pemain baru maupun pemain lama yang sedang ingin cari suasana baru.

1. League of Legends

Kalau ngomongin game MOBA terbaik selain Dota 2, nama pertama yang hampir selalu masuk pembahasan adalah League of Legends. Riot menyebut League of Legends sebagai game tim gratis dengan lebih dari 140 champion, dan mode utamanya tetap berpusat pada pertarungan 5v5 di Summoner’s Rift. Di 2026, game ini juga masih rutin mendapat patch resmi, yang jadi tanda paling jelas kalau ekosistemnya masih sangat hidup.

Kenapa League of Legends Masih Jadi Pilihan Aman?

LoL cocok buat pemain yang ingin MOBA kompetitif dengan tempo lebih cepat dibanding Dota 2. Farming, rotasi, objektif, dan team fight tetap penting, tapi ritmenya terasa lebih lugas. Banyak pemain suka LoL karena fase early game-nya lebih aktif, champion pool-nya besar, dan proses belajar mekaniknya masih menantang tanpa terasa terlalu menghukum sejak menit pertama.

Hal lain yang bikin LoL tetap kuat adalah dukungan kontennya yang konsisten. Dari patch reguler, perubahan season, sampai ekosistem esports, semuanya membantu game ini tetap terasa hidup. Jadi kalau kamu mencari pengganti Dota 2 yang tetap serius secara kompetitif, LoL masih sangat susah diabaikan.

Cocok untuk Siapa?

League of Legends cocok untuk pemain yang masih ingin nuansa MOBA PC yang “besar”, tapi ingin pacing yang lebih cepat, champion yang lebih flashy, dan sistem yang relatif lebih mudah didekati setelah beberapa jam main.

2. Mobile Legends: Bang Bang

Kalau kamu ingin MOBA yang jauh lebih praktis, Mobile Legends: Bang Bang jelas layak masuk daftar. Situs resminya masih aktif menampilkan hero, skill, gameplay, dan update, yang menunjukkan game ini masih sangat berjalan dan terus dijaga. Untuk pemain yang lebih sering main lewat HP, MLBB jadi salah satu opsi paling masuk akal.

Kenapa Mobile Legends Banyak Disukai?

Kekuatan utama Mobile Legends ada pada aksesibilitasnya. Kamu tidak perlu duduk lama di depan PC atau menyiapkan sesi main panjang. Match cenderung lebih cepat, kontrolnya sederhana untuk ukuran MOBA, dan proses adaptasinya relatif ramah untuk pemain baru. Tapi jangan salah, walau terlihat ringan di awal, game ini tetap punya layer strategi yang cukup dalam ketika kamu mulai memahami draft, lane pressure, timing turtle atau lord, dan komposisi tim.

Buat pemain yang sebelumnya merasa Dota 2 terlalu berat atau terlalu menyita waktu, Mobile Legends sering terasa seperti jalan tengah. Masih ada sensasi push turret, war rebut objektif, zoning, dan momen comeback, tapi dibungkus dalam format yang lebih cepat dan lebih mudah diakses dari mana saja.

Nilai Plus yang Paling Kerasa

Yang paling terasa dari MLBB adalah ritmenya. Ini game yang enak buat pemain yang suka action lebih cepat, tidak sabar dengan fase laning terlalu lama, dan ingin langsung masuk ke momen bentrokan tim.

League of Legends: Wild Rift

3. League of Legends: Wild Rift

Kalau kamu suka dunia League of Legends tapi lebih nyaman main di perangkat mobile, Wild Rift adalah jawaban yang paling jelas. Riot secara resmi menyebut Wild Rift sebagai MOBA mobile 5v5, dan di situs resminya juga terlihat jelas bahwa game ini masih terus diperbarui lewat patch notes, roadmap champion 2026, serta komitmen untuk terus mendukung dan meningkatkan pengalaman pemain.

Kenapa Wild Rift Layak Dilirik?

Wild Rift bukan sekadar LoL versi kecil. Rasanya memang dibangun ulang supaya nyaman dimainkan di mobile. Map, tempo, kontrol, dan durasi permainan dibuat lebih singkat, tapi identitas strateginya tetap terasa. Jadi buat pemain yang ingin pengalaman MOBA mobile dengan rasa yang lebih taktis dan lebih dekat ke tradisi PC MOBA, Wild Rift punya posisi yang unik.

Dibanding beberapa MOBA mobile lain, Wild Rift sering terasa lebih rapih dari sisi presentasi visual, clarity pertarungan, dan identitas champion. Buat pemain Dota 2 yang ingin pindah ke HP tapi masih ingin rasa kompetitif yang lumayan serius, Wild Rift biasanya lebih mudah diterima.

Cocok untuk Siapa?

Wild Rift cocok buat pemain yang suka MOBA mobile, tapi tetap ingin rasa map control, objective play, dan pertarungan tim yang tidak terlalu arcade.

4. Honor of Kings

Beberapa tahun terakhir, Honor of Kings makin sering disebut saat orang membahas game MOBA terbaik selain Dota 2, terutama di ranah mobile. Situs resminya menyebut game ini sebagai “the world’s most-played mobile MOBA”, dan situs esports resminya juga memperlihatkan kalender kompetisi 2026 yang masih aktif. Dari sini saja sudah kelihatan kalau game ini bukan sekadar numpang lewat.

Apa yang Membuat Honor of Kings Menarik?

Honor of Kings punya kekuatan pada tempo permainan yang cepat, hero yang variatif, dan struktur match yang enak dinikmati baik oleh pemain kasual maupun kompetitif. Secara rasa, game ini cocok buat pemain yang ingin pertarungan intens, map awareness yang penting, tapi tetap dalam format yang ramah untuk mobile.

Menariknya lagi, Honor of Kings juga punya identitas presentasi yang kuat. Hero-hero yang diangkat dari mitologi dan lore memberi warna tersendiri, jadi tidak terasa generik. Buat pemain yang ingin MOBA mobile dengan skala besar dan dukungan resmi yang kelihatan serius, ini salah satu nama yang sangat layak dicoba.

Kenapa Bisa Jadi Alternatif Serius?

Karena game ini tidak cuma besar dari sisi branding, tapi juga didukung ekosistem kompetitif yang nyata. Itu penting, sebab MOBA terasa jauh lebih menarik saat kamu tahu game tersebut masih punya arah jangka panjang.

5. Pokémon UNITE

Kalau kamu bosan dengan MOBA yang terlalu serius dan ingin sesuatu yang tetap kompetitif tapi terasa lebih santai di permukaan, Pokémon UNITE bisa jadi pilihan yang menyenangkan. Situs resmi Pokémon UNITE menjelaskan bahwa game ini adalah pertarungan tim strategis 5 lawan 5, tersedia lintas platform antara Nintendo Switch dan perangkat mobile, dan masih punya patch notes serta sistem kompetitif yang aktif pada 2026.

Jangan Terkecoh Sama Tampilannya yang Lucu

Banyak orang awalnya mengira Pokémon UNITE terlalu ringan hanya karena memakai karakter Pokémon. Padahal, begitu dimainkan lebih serius, game ini punya banyak keputusan strategis yang menarik. Sistem skor, timing objektif, momentum team fight, dan pemilihan role tetap penting. Hanya saja, penyajiannya dibuat lebih ramah dan lebih mudah dicerna.

Inilah yang bikin Pokémon UNITE cocok untuk pemain yang ingin MOBA tanpa nuansa terlalu “berat”. Kamu masih bisa menikmati drafting sederhana, kerja sama tim, dan momen clutch, tapi dalam bentuk yang terasa lebih segar dan tidak terlalu menekan. Buat pemain baru, ini salah satu pintu masuk terbaik ke genre MOBA.

Cocok Buat Tipe Pemain Seperti Apa?

Pokémon UNITE cocok untuk pemain yang ingin MOBA yang gampang dipelajari, enak dimainkan santai, tapi tetap punya ruang buat berkembang kalau kamu ingin naik level secara serius.

6. SMITE 2

Kalau yang kamu cari justru MOBA yang berbeda total dari sudut pandang klasik ala Dota 2, SMITE 2 wajib dilirik. Situs resminya menyebut SMITE 2 sebagai MOBA yang dirancang sejak awal agar nyaman dimainkan dengan keyboard-mouse, controller, atau Steam Deck, lengkap dengan cross-play dan cross-progression. Di Steam dan situs resminya, game ini juga dijelaskan sebagai sekuel action MOBA berbasis Unreal Engine 5 yang sudah masuk fase free-to-play open beta.

Apa yang Bikin SMITE 2 Berbeda?

Perbedaan paling terasa adalah perspektif third-person. Ini langsung mengubah rasa bermain secara drastis. Skill shot terasa lebih personal, duel lebih dekat, dan positioning punya sensasi yang berbeda dibanding MOBA top-down biasa. Buat sebagian pemain, ini justru jadi alasan utama kenapa SMITE 2 menarik: dia masih MOBA, tapi tidak terasa seperti menyalin resep yang sama.

Tema mitologi juga memberi daya tarik tersendiri. Kalau kamu suka permainan yang memadukan aksi langsung dengan struktur objektif ala MOBA, SMITE 2 punya daya tarik yang cukup unik. Ia terasa lebih action-heavy, lebih langsung, dan cocok buat pemain yang suka sensasi kontrol karakter yang lebih intim.

Siapa yang Paling Cocok Main SMITE 2?

Pemain yang suka eksperimen. Terutama yang bosan dengan MOBA isometrik dan ingin sesuatu yang masih taktis, tapi lebih dekat ke action game.

7. Heroes of the Storm

Nama Heroes of the Storm mungkin tidak selalu muncul di percakapan sehari-hari, tapi menariknya, game ini masih aktif secara resmi. Situs Blizzard untuk Heroes of the Storm masih hidup, dan Blizzard bahkan menerbitkan live patch notes pada 20 April 2026. Jadi, walau gaungnya mungkin tidak sekeras dulu, ini bukan game mati yang cuma tinggal kenangan.

Kenapa Heroes of the Storm Masih Layak Dicoba?

Heroes of the Storm punya pendekatan yang berbeda dari banyak MOBA lain. Fokusnya lebih besar pada objektif map dan kerja tim, bukan sekadar adu carry satu orang. Sistem level tim bersama juga membuat permainan terasa lebih kolektif. Buat sebagian orang, ini justru menyenangkan karena tekanan individual tidak sebesar MOBA lain yang sangat bergantung pada snowball personal.

Selain itu, roster karakternya juga punya daya tarik sendiri karena berisi tokoh-tokoh dari semesta Blizzard seperti Warcraft, StarCraft, dan Diablo. Jadi, ada rasa crossover yang menyenangkan tanpa melepas struktur MOBA sepenuhnya. Kalau kamu ingin MOBA yang lebih ringan secara entry barrier tapi tetap seru dimainkan bareng teman, Heroes of the Storm masih pantas diberi kesempatan.

Kenikmatan Utamanya Ada di Mana?

Di permainan tim. Kalau kamu tipe pemain yang lebih senang menang karena rotasi, objektif, dan koordinasi rame-rame, HOTS punya rasa yang beda dan cukup menyegarkan.

Jadi, Mana Game MOBA Terbaik Selain Dota 2?

Jawabannya tergantung kamu mencari yang seperti apa. Kalau kamu ingin pengganti Dota 2 yang masih terasa serius di PC, League of Legends adalah pilihan paling aman. Selanjutnya kalau kamu lebih suka main cepat di HP, Mobile Legends dan Honor of Kings layak dipertimbangkan. Lalu kalau kamu ingin MOBA mobile yang terasa lebih rapi dan taktis, Wild Rift sangat menarik. Terakhir kalau kamu ingin sesuatu yang santai tapi tetap kompetitif, Pokémon UNITE enak dicoba. Kalau kamu bosan dengan sudut pandang MOBA biasa, SMITE 2 menawarkan rasa yang paling berbeda. Dan kalau kamu suka permainan tim yang objektif-sentris, Heroes of the Storm masih punya pesonanya sendiri.

Penutup

Mencari game MOBA terbaik selain Dota 2 sebenarnya bukan soal mencari game yang paling ramai dibicarakan. Tapi soal menemukan game yang paling cocok dengan gaya mainmu. Ada pemain yang tetap ingin draft serius dan macro yang rapi. Ada juga yang cuma ingin sensasi team fight seru tanpa harus duduk satu jam per match. Kabar baiknya, pilihan MOBA saat ini cukup beragam dan masih banyak yang benar-benar layak dimainkan.

Jadi, daripada terus membandingkan semuanya dengan Dota 2 secara mentah, lebih enak melihat tiap game dari identitasnya sendiri. Begitu cara pandangnya diubah, kamu akan lebih mudah menemukan MOBA mana yang paling pas. Yang cepat, yang santai, yang intens, atau yang paling cocok buat main bareng teman. Dan justru di situ serunya genre ini, karena ternyata dunia MOBA jauh lebih luas daripada satu nama besar saja.

Tinggalkan komentar